About/ttg Diri

Power of Self

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari do’a yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)

“O Allah, I seek refuge in You from knowledge which is not useful, from a heart that does not khusyu ‘, the passion never satiated, and the prayers that go unanswered.”

sebuah kata yang indah adalah “ALLAH”, lagu yang merdu adalah “ADZAN”, Media adalah “AL-QURAN”, Senam yang sehat adalah “SHALAT”, diet yang sempurna adalah “PUASA”, Kebersihan yang menyegarkan adalah “Wudhu”, perjalanan yang indah adalah “HAJI”, hayalan adalah mengingat bahwa kedua “Dosa & Pertobatan”

a beautiful word is “GOD”, a melodious song is “ADZAN”, Media is “AL-QURAN”, healthy Gymnastics is “SHALAT”, the perfect diet is “PUASA”, is a refreshing Hygiene ” Ablution “, a beautiful trip is” HAJI “, recorded fantasy is to remember that both” Sin & Repentance “

“Ini aku, katakan, tidak kepada siapa pun. Dan tidak seorang pun mendengarkan, bahkan kursipun tidak. Ini aku, aku menangis. Ini aku, kataku. Dan aku tersesat, entah kenapa, sehingga aku tetap kesepian.” Saya ingat ketika itu merasa bahwah kehidupan saya tidaklah berarti, seolah-olah kejadian-kejadian di dunia ini mengendalikan saya. Juga saya ingat ketika kehidupan saya berubah, ketika akhirnya saya berkata, “Sudah kudapatkan! Aku tahu aku jauh lebih dari apa yang kutunjukkan secara mental, emosional, dan fisik dalam kehidupan”.

Saya putuskan bawa saya takkan pernah berputus asa belajar mengarahkan prinsip dengan penuh konsentrasi. lima bidang kehidupan yang dapat mempengaruhi dalam diri kita, yaitu:

1. Pengusaan Emosional

Dapat dikatakan semua yang kita lakukan adalah untuk mengubah perasaan kita menjadi lebih enerjik dan penuh vitalitas, menjadi lebih menarik bagi orang lain, dan menjadi lebih yakin dan punya harga diri.

2. Pengusaan Fisik

Mengendalikan kesehatan fisik anda sehingga anda bukan saja tanpak baik, melainkan juga merasa baik dan mengetahui bahwa anda memang kendali dalam kehidupan anda, dalam tubuh yang memancarkan vitalitas dan memungkinkan anda untuk mencapai hasil-hasil yang lebih baik dalam kehidupan.

3. Penguasaan Hubungan

Sumbar daya terbesar dalam diri kita adalah hubungan karna hubungan membuka pintu pada setiap sumber daya yang saya butuhkan. Penguasaan pelajaran ini akan memberi anda sumber daya tak terbatas untuk bertumbuh dan berkembang memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi setiap manusia.

4. Pengusaan Keuangan

Kuncinya bukanlah sekedar mengejar kakayaan, melainkan mengubah anggapan-anggapan dan sikap-sikap anda memandangnya sebagai sarana memberi kontribusi, bukan sarana tujuan akhir kebahagian.  Dan bagaimana cara mengalaminya secara konsisten, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan emosi-emosi yang bersifat prinsip untuk mengalami kekayaan dan memegangnya serta mengembangkannya. Anda membentuk impian-impian dengan mata tertuju pada tercapainya tingkatan kesejahtraan yang setinggi mungkin, memenuhi anda dengan kedamaian pikiran dan membebaskan anda untuk menantikan dengan gembira, segalah kemungkinan yang diberikan oleh kehidupan.

5. Pengusaan Waktu

Bagaimana cara merancang peta-peta dan strategi-strategi yang diperlukan untuk menindaklanjuti keputusan anda, menjadikannya nyata dengan kesediaan untuk mengambil tindakan besar, kesabaran untuk mengalami ‘waktu jeda”, dan fleksibilitas untuk mengubah pendekatan anda sesering yang diperlukan. Setiap kali saya menjumpai tantangan, saya menggunakan apa yang telah saya pelajari untuk membawa kehidupan saya ketingkatan yang baru.

“Kawan ambilah hal-hal yang anda anggap bermanfaat, segeralah untuk menindaklanjutinya”

“My Take things that you think is useful, it immediately to follow up”

 

By “Ahmad Zekwan”

Belajar dari Tukang Bakso

Disuatu hari hujan rintik – rintik selalu menyertai semangat  dalam hidupkuku dan ku dengar hentikan tukang bakso dan memesan semangko bakso. Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman “.

“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus
menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat………..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang
mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.
==================================================
“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.”
===================================================
Semoga tiada waktu yang tidak bermanfaat untuk kita “Kami telah memasuki waktu pajar dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Wahai Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.”
===================================================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s