Jiwa Pantang Menyerah (belajar dari filosofi pohon pisang & lebah)

Pohon Pisang memiliki karakteristik selalu hidup merumpun dan berumpun. Ia tidak perna tumbuh sebatang sendiri. Kenyataan ini diterjemahkan sebagai keteguhan dalam persatuan & konsistensi dalam kebersamaan. Bersatu dalam kebersamaan bukan berarti bersikap reaktif jika menghadapi desakan kegawatan dan mengatasi suatu permasalahan, tetapi kebersamaan sepanjang masa, berkesinambungan dari generasi kegenerasi. Sebelum layu dan mati pohon pisang lebih dahulu memproses kehidupan anak turunannya, yang bermunculan di sekitarnya. Ini jauh terjadi sebelum batang induk layu dan mati. Pohon pisang yang belum berbuah akan tetap bersemi walau di pancung sekalipun.
Kenyataan ini diterjemahkan unsur tabiaat kesinambungan regenerasi. Misi generasi ini disandang dengan ketaatan yang nyaris mutlak. Tiada surut ke masa lampau sebelum berubah dan menyiapkan anak penggantinya. Pohon pisangpun mampu berintraksi secara sosial dan ekologis dengan lingkungan sekitar. Intraksi ini dibangun di atas landasan semangat timbal balik yang saling menguntungkan. Kenyataan pohon pisang tetap bermanfaat bagi manusia, makhluk lainnya dan bagi alam sekitar. daunnya bisa dipakai payung dikala hujan dan bisa juga dipakai untuk bungkus makanan.
Jika diamati dan diambil teladan dari proses kehidupannya, maka ihktibar ini akan mampu membentuk insan pemikir, pejuang dan orang sukses.
Ada beberapa ciri orang sukses;
1. Taat pada misi yang disandang, bertanggung jwab, dan mengamalkan tanggungjawabnya secara berjenjang.
2. Berkarya efektif dan efisien serta berintraksi sosial dan ekologis atas landasan semangat timbal balik yang saling menguntungkan.
3. Teguh bersatu dalam kemesraan dan mengembangkan diri dalam regenerasi yang berkesinambungan.
Pelajaran dari ciptaan tuhan selain pohon pisang antara lain lebah. Perhatikan dengan seksama bagaimana lebah menjalani hidup sesuai dengan sunatullah. Lebah hidup secara berkelompok. Ini menandakan kehidupan sosial lebah benar2 dijalankan. Bagi manusia hidup sosial dan bermasyarakat merupakan kekuatan yang besar untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kolektif, lebah memiliki tugas masing2 yang sangat rapi. Lebah betina atau ratu lebah tugasnya bertelur dan menghasilkan madu, lebah jantan mencari makan dan menjaga keselamatan anak2 lebah. Dalam hidup manusia pengaturan atau manajemen hidup menjadi kebutuhan mutlak untuk menyelesaikan segala masalah bersama. Manajemen atau pengaturan merupakan tuntutan kebutuhan modern mengingat semakin kompleknya persoalan hidup. Lebah tidak mengenal salah tugas dan salah delegasi. Ini memang luar biasa. Mereka bekerja disiplin sesuai tugas yang diemban masing2. Dalam mendapatkan makanan, lebah hanya makan yang baik2, yaitu sari pati bunga sebagai bahan memproduksi madu. Ini meggambarkan betapa selektifnya lebah dalam memperoleh makanan.
Bagi manusia jika bisa selektif dalam mendapatkan rezki, maka barokah dan ketenangan jiwa akan diperolehnya.
Berbagai pelajaran dari tumbuhan dan hewan ini sangat berguna bagi kehidupan manusia, bagi orang yang mau berpikir. Berpikirlah lebih luas belajarlah dengan alam semesta dan ambillah setiap pelajaran itu untuk kemanfaatan anda dalam memulai usaha.
By; Ahmad Zekwan.

4 thoughts on “Jiwa Pantang Menyerah (belajar dari filosofi pohon pisang & lebah)

  1. alam telah mengajarkan kepada kita berbagai hal, termasuk filosofi pohon pisang, terima kasih telah berbagi, semoga amal sholehnya dapat beranak terus seperti pohon pisang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s